Yamaha Belum Berani Jual Motor Listrik di Indonesia, Ini Alasannya

 

 

245ride.com – Hadirnya motor listrik di Indonesia berkembang dengan cepat, banyak pabrikan yang mulai maju menghadirkan motor yang ramah lingkungan di pasaran Indonesia.

Diawali dengan VIar yang merilis Q1 serta disusul kemudian Gesits pada awal tanun nanti. Kedua pelatuk tersebut sepertinya menyeruakkan hasrat dua pabrikan  asal Jepang yakni Honda dan Yamaha. Bila Honda akan membawa PCX listrik pada tahun depan akan berbeda dengan Yamaha yang baru mengawali melakukan percobaan pada motor listriknya dengan mendatangkan E-Vino yang telah di jual di Jepang dan Taiwan.

Wakil Presiden Eksekutif PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Dyonisius Beti menjelaskan pihaknya tidak langsung memasarkan motor tersebut di Indonesia. Walaupun secara manufaktur pabrikan bisa dikatakan sudah siap.

“Kami sudah produksi Fino di Indonesia, menjadi kendaraan listrik tidak sulit dari sisi teknologi dan manufacturing. Tetapi kami tidak berani gegabah untuk menjual langsung ke pasar,” ungkap Dyon di Jakarta Selatan.

Dyon juga mengungkapkan untuk Yamaha memang seluruh tertarik kendaraan listrik, serta pabrikan asal Jepang ini sangat memonitor generasi baru dan masa depan. Tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi dampak dari penjualan juga harus dilihat.

“Jual gampang, tapi bagaimana tentang perpindahan konsumen dari bensin ke listrik, dan efek di masyarakat. Kendaraan listrik itu tidak mudah, di negara lain tidak banjir, di Indonesia banyak banjir. Musim hujan pun banjir dilewati. Tapi motor ini berbeda, motor bensin lewat paling mogok, kalau motor bisa nyetrum, dan ini cukup berbahaya,” imbuhnya.

Tidak hanya keselamatan yang harus diperhatikan dalam budaya berkendara di Indonesia. Banyak pengendara yang mengemudi dengan tidak seuai aturan dan motor listrik tidak ada suaranya sehingga akan lebih berisiko.

“Kalau di Indonesia, motor yang tidak ada suaranya banyak sekali kecelakaan, jadi faktor ini juga Yamaha pertimbangkan dengan matang, di mana culture berkendara di Indonesia berbeda dengan Jepang, ataupun negara Eropa yang sangat taat peraturan,” imbuhnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *