Rintangan Pembuatan Mobil Listrik BLITS

245ride.com – Menyambut kompetisi Reli Dakar 2019, tim dari Universitas Budi Luhur, tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan tim bengkel Idek Yogyakarta membuat sebuah pengerjaan mobil listrik BLITS. Diketahui bawha pengerjaan mobil listrik BLITS sudah memasuki fase pemasangan sasis dan hampir selesai. Diakui oleh Muhammad Nur Yulianto, dosen ITS, dan Kasih Hanggoro, Ketua Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti membuat mobil listrik BLITS tidak mudah dan banyak sekali melalui rintangan dan hambatan.

Namun, Muhammad Nur mengungkapkan bahwa masalah terberat pada kebijakan Indonesia menyangkut mobil listrik. “Regulasi di Indonesia yang saya tahu belum siap, karena di sini (Indonesia) belum siap, ya kita targetkan mobil ini mengaspal di luar negeri, jadi kita targetkan untuk tampil di Reli Dakar,” kata Hanggoro saat konferensi pers di Universitas Budi Luhur.

Muhammad Nur juga membeberkan masalah lain dalam proyek mobil listrik BLIT. Bagi pebisnis dibidang indusrti kendaran adalah besarnya pajak dari pemerintah, kebijakan yang menyusahkan dan Muhammad Nur juga menyanyangkan sikap warga Indonesia yang cenderung tidak percaya dengan buatan Negeri sendiri.

Rintangan lainya adalah pembuatan sasis, karena targetnya adalah berkompetisi di Reli Dakar 2019 sasis yang dipakai tentulah harus kuat dan lentur agar dapat bertahan selam kompetisi.

“Sasis harus kuat, karena menurut pengalaman mas Aang (sapaan akrab Kasih Hanggoro), mobil akan melaju di kecepatan rata-rata diatas 100 kilometer per jam, mobil akan jumping dua meter. Nanti mobil akan kita test drive bulan april.” ucap pria yang akrab disapa cak Nur.

Selain membeberkan semua rintangan yang dihadapi tim proyek mobil listrik BLITS, salah satu tim Hanggoro juga mengungkapkan untuk biaya yang digelontorkan untuk proyek ini tidak sampai satu miliar.

“Tidak tergolong mahal, (biaya) dibawah satu miliar. Apapun jika untuk bangsa, tidak bisa diukur dengan materi,” ucapnya.

Proyek ini direncanakan akan selesai pada Februari 2018, dan akan melalui tes ketahanan. Tes tersebut adalah membuat mobil berjalan sejauh 1.500 kilometer.

mobil listrik BLITS ini juga akan diikutkan pada kompetisi tahunan yang digelar oleh Amaury Sports Organisasion, Reli Dakar 2019. Adalah sebuah ajang balap yang terbuka untuk amatir dan professional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *